Penalaran dan Perbedaan Karangan
A. Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatanindera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
1. Metode dalam menalar
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.
a. Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
b. Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
2. Konsep dan simbol dalam penalaran
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenarankonklusi dari premis.
Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.
3. Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
- Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
- Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secaraformal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
B. Jenis-Jenis Karangan
1. Narasi
Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat kejadian atau peristiwa dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiganya disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur. Narasi dapat berbentuk fiksi maupun fakta. Contohnya yang berisi fakta adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Ada yang mengartikan narasi sebagai karangan yang menceritakan tentang suatu kejadian atau pengalaman .
Pola narasi secara sederhana adalah awal—tengah—akhir. Awal narasi biasanya berisi pengantar, yaitu pengenalan suasana tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca. Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konflik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda. Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya denganpanjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilahkan pmbaca untuk menebaknya sendiri. Karangan narasi bersifat non ilmiah, artinya tidak formal, dan
bahasanya indah untuk menarik perhatian pembaca. Karangan ini bertujuan agar pembaca mengetahui secara runtun suatu peristiwa atau kejadian.
2. Argumentasi
Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut. Karangan argumentasi bersifat nonfiksi, logis, bahasanya baku, tidak ambigu, kalimatnya berbentuk kalimat tunggal. Ia bertujuan untuk pembuktian suatu kebenaran sehingga meyakinkan pembaca mengenai kebenaran itu, tapi bukan berarti mengajak orang lain untuk mengikuti opininya.
Langkah menyusun argumentasi:
- Menentukan topik/ tema
- Menetapkan tujuan
- Mengumpulkan data dari berbagai sumber
- Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
- Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi.
Pada jenis karangan argumentasi sering pula dilengkapi dengan contoh, grafk, statistik, dan lain-lain untuk memperjelas alasan dan bukti-bukti. Iklan promosi, adalah contoh nyata bersifat argumentatif, bagaimana perusahaan sabun Rinso mengemukakan alasan dan meyakinkan calon konsumen bahwa Rinso dapat mencuci lebih bersih daripada sabun pencuci lain .
3. Eksposisi
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Ia bersifat nonfiksi, logis, bahasanya baku, tidak ambigu dan objektif. Dan tulisan ini bertujuan memberi tahu kepada pembaca utnuk mengetahui secara jelas tentang suatu proses.
Langkah menyusun eksposisi:
- Menentukan topik/ tema
- Menetapkan tujuan
- Mengumpulkan data dari berbagai sumber
- Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
- Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.
Perbedaan yang jelas anatara Eksposisi dan Argumentasi adalah fakta dalam karangan paparan diperjelas dengan keterangan, sedangkan dalam jenis Argumentasi fakta dijadikan bahan pembuktian dihubungkan dengan fakta lain, sehingga yakin akan kebenaran gagasan atau pendapatnya.
4. Persuasi
Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya. Sifat karangan persuasi adalah nonfiksi, tidak ambigu, pendekatan psikologis.
Langkah menyusun persuasi:
1.Menentukan topik/ tema
2.Merumuskan tujuan
3.Mengumpulkan data dari berbagai sumber
4.Menyusun kerangka karangan
5.Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi
5. Diskripsi
Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut. Sifat karangan ini adalah non ilmiah, bahasanya indah, ambigu dan subjektif subjektif. Tulisan ini bertujuan agar pembaca, mendengar dan merasa seperti yang dialami penulis.
Langkah menyusun deskripsi:
Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan Tentukan tujuan Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik, apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut kepentingan Kembangkan kerangka menjadi deskripsi
Bagaimana Perbedaan ke empat jenis karangan di atas, secara singkat dapat dicontohkan sebagai berikut. Dengan gagasan pokok “pasar”, jika seseorang mengarang atau pengamat menceritakan suka-dukanya keluar masuk sebuah pasar selama beberapa hari, ia mengarang dalam bentuk narasi. Jika menuliskan betapa ramaidan sibuknya penjual dan pembeli di pagi hari, maka ia mengarang dalam bentuk diskripsi. Jika ia menjelaskan peranan pasar dalam kehidupan sehari-hari dengan segala fakta yang ada di daamnya, maka ia mengarang dalam bentuk eksposisi. Selanjutnya, bila ia pertemuan penjuan dan pembeli untuk keperluan hidup sehari-hari terutama di bidang pangan, sehingga mutlak harus ada di tengah-tengah masyarakat yang padat penduduknya, maka ia akan memilih jenis karangan argumentasi. Dan ketika seseorang menulis tentang pasar dan mengajak orang lain untuk selalu ke pasar, itu berarti ia menulis dalam bentuk persuasi.
Dalam suatu karangan tidak boleh menggunakan dua bentuk karangan sekaligus sebagai bentuk utama dari karangan tersebut. Akan tetapi,kalau bentuk-bentuk yang lain hanya sebagai penyokong dan penguat saja, itu tidak masalah.
Rabu, 09 Maret 2011
Rabu, 02 Maret 2011
Manajemen Komunikasi Pemasaran
1.Dari pabrik pakaian ini saya memperkenalkan sebuah produk baru yang bernama DIOR. Disini saya ingin menginformasikan tentang tas yang sangat bagus dan sangat bermacam-macam modelnya,tas ini mempunyai kelebihan yaitu bahan yang bagus dan menyerap air.DIOR ini berbahan kulit asli. Harga nya pun sangatlah terjangkau. Baik untuk kalangan apa saja. Dari mulai bawah - menengah - atas. Banyak konsumen yang menyukai produk pakaian ini.
2.AIDA : Konsep bagaimana informasi yang dapat disebar bisa menarik perhatian,membangkitkan minat, menumbuhkan hasrat, membuat keputusan dan melakukan penggiatan oleh publik.
A - Perhatian (Awareness): menarik perhatian pelanggan.
I - Interest: pelanggan menaikkan bunga dengan berfokus pada dan menunjukkan keuntungan dan manfaat (alih-alih berfokus pada fitur-fitur, seperti dalam periklanan tradisional).
D - Desire: meyakinkan pelanggan bahwa mereka inginkan dan keinginan produk atau layanan dan bahwa hal itu akan memenuhi kebutuhan mereka.
A - Action (Tindakan) : pelanggan mengarah kepada tindakan mengambil dan / atau membeli.
1.Dari pabrik pakaian ini saya memperkenalkan sebuah produk baru yang bernama DIOR. Disini saya ingin menginformasikan tentang tas yang sangat bagus dan sangat bermacam-macam modelnya,tas ini mempunyai kelebihan yaitu bahan yang bagus dan menyerap air.DIOR ini berbahan kulit asli. Harga nya pun sangatlah terjangkau. Baik untuk kalangan apa saja. Dari mulai bawah - menengah - atas. Banyak konsumen yang menyukai produk pakaian ini.
2.AIDA : Konsep bagaimana informasi yang dapat disebar bisa menarik perhatian,membangkitkan minat, menumbuhkan hasrat, membuat keputusan dan melakukan penggiatan oleh publik.
A - Perhatian (Awareness): menarik perhatian pelanggan.
I - Interest: pelanggan menaikkan bunga dengan berfokus pada dan menunjukkan keuntungan dan manfaat (alih-alih berfokus pada fitur-fitur, seperti dalam periklanan tradisional).
D - Desire: meyakinkan pelanggan bahwa mereka inginkan dan keinginan produk atau layanan dan bahwa hal itu akan memenuhi kebutuhan mereka.
A - Action (Tindakan) : pelanggan mengarah kepada tindakan mengambil dan / atau membeli.
Rabu, 24 November 2010
SEGMENTASI PASAR KONSUMEN
Segmentasi Pasar adalah membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah. Kebutuhan masyarakat akan sarana komunikasi pada umumnya sangatlah penting. Pilihan penggunaan sarana komunikasi beragam jenisnya.
1. Demografi
a. Umur
Alat komunikasi handphone dapat di gunakan oleh anak di atas 10 tahun sampe dengan usia dewasa.
b. Jenis Kelamin
hp bisa di gunakan oleh siapa saja baik laki-laki dan perempuan.
c. Pendapatan
Dari hasil pengamatan diketahui para pemakai hp ada yg belum bekerja jadi tidak tergantung kepada pendapatan nya.
d. Status Pernikahan
yang lajang maupun yang sudah menikah pasti memiliki hp.
e. Pendidikan
semua kalangan baik yang berpendidikan smp,sma semua nya pasti punya hp.
f. Pekerjaan
yang belum bekerja juga kebanyakan sudah memiliki hp.
2. Perilaku Konsumen
a. Manfaat yang dicari
kalau kita menghubungi orang jauh lebih mudah apalagi sekarang banyak yang sudah memakai hp yang ada fasilitas internet jadi lebih gampang untuk berkomunikasi sama siapa saja dan kapan saja.
b. Kesetiaan Merk
kebanyakan pengguna lebih banyak menggunakan hp merk nokia karna pertama awal muncul hp merk nokia.
c. Tingkat Penggunaan
Tingkat penggunaan nokia lebih banyak dibandingkan dengan merk hp lainnya, alasannya adalah karena nokia lebih unggul dan terjamin kualitas nya di bandingkan dengan merk yang lain.
d. Lainnya
1. Alasan Membeli
kalau kita menghubungi orang jauh lebih mudah apalagi sekarang banyak yang sudah memakai hp yang ada fasilitas internet jadi lebih gampang untuk berkomunikasi sama siapa saja dan kapan saja.
2. Pengaruh
Sebagai bagian dari promosi produk untuk mempengaruhi konsumen agar membeli salah satunya adalah iklan.
3. Karakteristik Kepribadian Konsumen
a. Kebutuhan akan kesadaran
Perilaku konsumen yang biasanya diamati oleh produsen selain kesetiaan pada merk adalah kebutuhan akan kesadaran konsumen pada produk yang mereka gunakan.
b. Toleransi terhadap kebimbangan
Dapat dipahami bahwa setiap keputusan untuk membeli sesuatu akan ada kebimbangan oleh karena banyaknya pilihan.
c. Kecenderungan mengambil resiko
Dalam mengambil dan menentukan keputusan membeli produk, konsumen dihadapkan pada suatu pilihan risiko jika memakai barang atau produk tersebut.
4. Budaya
a. Adat Istiadat
Adat istiadat yang berlaku di suatu tempat di negara kita biasanya ikut mempengaruhi perilaku konsumen dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
b. Kebiasaan
Perilaku konsumen yang lain adalah kebiasaan konsumen karena telah terbiasa menggunakan hp merk nokia.
c. Norma
Tidak ada norma yang berlaku dalam menggunakan hp. Selama masih dalam batas wajar.
d. Nilai
Nilai adalah acuan yang dipakai oleh masyarakat dalam menentukan baik buruknya sesuatu.
Segmentasi Pasar adalah membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah. Kebutuhan masyarakat akan sarana komunikasi pada umumnya sangatlah penting. Pilihan penggunaan sarana komunikasi beragam jenisnya.
1. Demografi
a. Umur
Alat komunikasi handphone dapat di gunakan oleh anak di atas 10 tahun sampe dengan usia dewasa.
b. Jenis Kelamin
hp bisa di gunakan oleh siapa saja baik laki-laki dan perempuan.
c. Pendapatan
Dari hasil pengamatan diketahui para pemakai hp ada yg belum bekerja jadi tidak tergantung kepada pendapatan nya.
d. Status Pernikahan
yang lajang maupun yang sudah menikah pasti memiliki hp.
e. Pendidikan
semua kalangan baik yang berpendidikan smp,sma semua nya pasti punya hp.
f. Pekerjaan
yang belum bekerja juga kebanyakan sudah memiliki hp.
2. Perilaku Konsumen
a. Manfaat yang dicari
kalau kita menghubungi orang jauh lebih mudah apalagi sekarang banyak yang sudah memakai hp yang ada fasilitas internet jadi lebih gampang untuk berkomunikasi sama siapa saja dan kapan saja.
b. Kesetiaan Merk
kebanyakan pengguna lebih banyak menggunakan hp merk nokia karna pertama awal muncul hp merk nokia.
c. Tingkat Penggunaan
Tingkat penggunaan nokia lebih banyak dibandingkan dengan merk hp lainnya, alasannya adalah karena nokia lebih unggul dan terjamin kualitas nya di bandingkan dengan merk yang lain.
d. Lainnya
1. Alasan Membeli
kalau kita menghubungi orang jauh lebih mudah apalagi sekarang banyak yang sudah memakai hp yang ada fasilitas internet jadi lebih gampang untuk berkomunikasi sama siapa saja dan kapan saja.
2. Pengaruh
Sebagai bagian dari promosi produk untuk mempengaruhi konsumen agar membeli salah satunya adalah iklan.
3. Karakteristik Kepribadian Konsumen
a. Kebutuhan akan kesadaran
Perilaku konsumen yang biasanya diamati oleh produsen selain kesetiaan pada merk adalah kebutuhan akan kesadaran konsumen pada produk yang mereka gunakan.
b. Toleransi terhadap kebimbangan
Dapat dipahami bahwa setiap keputusan untuk membeli sesuatu akan ada kebimbangan oleh karena banyaknya pilihan.
c. Kecenderungan mengambil resiko
Dalam mengambil dan menentukan keputusan membeli produk, konsumen dihadapkan pada suatu pilihan risiko jika memakai barang atau produk tersebut.
4. Budaya
a. Adat Istiadat
Adat istiadat yang berlaku di suatu tempat di negara kita biasanya ikut mempengaruhi perilaku konsumen dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
b. Kebiasaan
Perilaku konsumen yang lain adalah kebiasaan konsumen karena telah terbiasa menggunakan hp merk nokia.
c. Norma
Tidak ada norma yang berlaku dalam menggunakan hp. Selama masih dalam batas wajar.
d. Nilai
Nilai adalah acuan yang dipakai oleh masyarakat dalam menentukan baik buruknya sesuatu.
Senin, 08 November 2010
tugas softskil
PERILAKU KONSUMEN
Dalam kehidupannya manusia selalu membutuhkan sesuatu untuk memenuhi keperluan hidupnya seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut mereka harus membeli dengan alasan yang rasional dan hati-hati. Rasional adalah kita harus mengukur kemampuan dan Hati-hati maksudnya adalah ketika kita membeli dan harus memperhatikan baik buruknya, menguntungkan atau tidak untuk membelinya.
Ada tiga jenis pembelian yang dapat kita bagi menjadi :
1. Jenis pembelian yang dilakukan dengan hati-hati dan rasional
2. Jenis pembelian yang di dasarkan atas keinginan untuk memperoleh perasaan
3. Jenis pembelian yang pada prinsipnya karena tekanan lingkungan
1. Jenis Pembelian yang Dilakukan dengan Hati-hati dan Rasional,Contoh nya:
1. Pembelian Mobil
2. Pembelian Rumah
3. Pembelian Tanah
Ketiga jenis pembelian diatas harus dilakukan dengan hati-hati dan rasional, misalnya untuk pembelian mobil, rumah dan tanah apakah mempunyai surat-surat yang jelas dan lengkap. Dan apakah untuk tanah dan rumah tempatnya strategis atau tidak. Dan untuk mobil sudah pindah tangan kepada berapa orang. Hal-hal tersebut perlu diperhatikan agar kita tidak menyesal ketika membelinya dan apabila kita hendak menjualnya di kemudian hari mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi.
2. Jenis Pembelian yang Didasarkan atas Keinginan untuk Memperoleh Perasaan,Contoh nya:
1. Membeli motor baru
2. Membeli laptop baru
3. Membeli handphone baru
Pada saat kita mempunyai keinginan untuk membeli motor baru sedangkan kita masih mempunyai motor yang lama biasanya di dasarkan karena motor baru yang ingin kita miliki itu mempunyai kelebihan dibandingkan dengan motor yang lama.
Demikian juga ketika kita membeli laptop yang baru, tentunya kita ingin memiliki laptop yang lebih canggih dibandingkan dengan laptop yang lama.
Dan ketika kita berkeinginan membeli handphone baru, tentunya kita didasarkan pada alasan handphone tersebut lebih bagus dan lebih canggih di bandingkan dengan handphone yang lama.
3. Jenis Pembelian yang Pada Prinsipnya karena Tekanan Lingkungan,contoh nya:
1. Pembelian AC
2. Pembelian Jetzet
3. Pembelian lampu Emergency
Pembelian ac Didasarkan pada kebutuhan karena lingkungan yang panas. Keinginan untuk mendapatkan udara yang bersih dan sehat dan menciptakan ruangan yang nyaman.
Pembelian jetzet Didasarkan pada kebutuhan agar di saat mati lampu listrik masih bisa menyala.
Dan pembelian lampu emergency didasarkan pada kebutuhan ingin mendapatkan penerangan yang memadai ketika listrik padam.
Dalam kehidupannya manusia selalu membutuhkan sesuatu untuk memenuhi keperluan hidupnya seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut mereka harus membeli dengan alasan yang rasional dan hati-hati. Rasional adalah kita harus mengukur kemampuan dan Hati-hati maksudnya adalah ketika kita membeli dan harus memperhatikan baik buruknya, menguntungkan atau tidak untuk membelinya.
Ada tiga jenis pembelian yang dapat kita bagi menjadi :
1. Jenis pembelian yang dilakukan dengan hati-hati dan rasional
2. Jenis pembelian yang di dasarkan atas keinginan untuk memperoleh perasaan
3. Jenis pembelian yang pada prinsipnya karena tekanan lingkungan
1. Jenis Pembelian yang Dilakukan dengan Hati-hati dan Rasional,Contoh nya:
1. Pembelian Mobil
2. Pembelian Rumah
3. Pembelian Tanah
Ketiga jenis pembelian diatas harus dilakukan dengan hati-hati dan rasional, misalnya untuk pembelian mobil, rumah dan tanah apakah mempunyai surat-surat yang jelas dan lengkap. Dan apakah untuk tanah dan rumah tempatnya strategis atau tidak. Dan untuk mobil sudah pindah tangan kepada berapa orang. Hal-hal tersebut perlu diperhatikan agar kita tidak menyesal ketika membelinya dan apabila kita hendak menjualnya di kemudian hari mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi.
2. Jenis Pembelian yang Didasarkan atas Keinginan untuk Memperoleh Perasaan,Contoh nya:
1. Membeli motor baru
2. Membeli laptop baru
3. Membeli handphone baru
Pada saat kita mempunyai keinginan untuk membeli motor baru sedangkan kita masih mempunyai motor yang lama biasanya di dasarkan karena motor baru yang ingin kita miliki itu mempunyai kelebihan dibandingkan dengan motor yang lama.
Demikian juga ketika kita membeli laptop yang baru, tentunya kita ingin memiliki laptop yang lebih canggih dibandingkan dengan laptop yang lama.
Dan ketika kita berkeinginan membeli handphone baru, tentunya kita didasarkan pada alasan handphone tersebut lebih bagus dan lebih canggih di bandingkan dengan handphone yang lama.
3. Jenis Pembelian yang Pada Prinsipnya karena Tekanan Lingkungan,contoh nya:
1. Pembelian AC
2. Pembelian Jetzet
3. Pembelian lampu Emergency
Pembelian ac Didasarkan pada kebutuhan karena lingkungan yang panas. Keinginan untuk mendapatkan udara yang bersih dan sehat dan menciptakan ruangan yang nyaman.
Pembelian jetzet Didasarkan pada kebutuhan agar di saat mati lampu listrik masih bisa menyala.
Dan pembelian lampu emergency didasarkan pada kebutuhan ingin mendapatkan penerangan yang memadai ketika listrik padam.
PERILAKU KONSUMEN
Dalam kehidupannya manusia selalu membutuhkan sesuatu untuk memenuhi keperluan hidupnya seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut mereka harus membeli dengan alasan yang rasional dan hati-hati. Rasional adalah kita harus mengukur kemampuan dan Hati-hati maksudnya adalah ketika kita membeli dan harus memperhatikan baik buruknya, menguntungkan atau tidak untuk membelinya.
Ada tiga jenis pembelian yang dapat kita bagi menjadi :
1. Jenis pembelian yang dilakukan dengan hati-hati dan rasional
2. Jenis pembelian yang di dasarkan atas keinginan untuk memperoleh perasaan
3. Jenis pembelian yang pada prinsipnya karena tekanan lingkungan
1. Jenis Pembelian yang Dilakukan dengan Hati-hati dan Rasional,Contoh nya:
1. Pembelian Mobil
2. Pembelian Rumah
3. Pembelian Tanah
Ketiga jenis pembelian diatas harus dilakukan dengan hati-hati dan rasional, misalnya untuk pembelian mobil, rumah dan tanah apakah mempunyai surat-surat yang jelas dan lengkap. Dan apakah untuk tanah dan rumah tempatnya strategis atau tidak. Dan untuk mobil sudah pindah tangan kepada berapa orang. Hal-hal tersebut perlu diperhatikan agar kita tidak menyesal ketika membelinya dan apabila kita hendak menjualnya di kemudian hari mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi.
2. Jenis Pembelian yang Didasarkan atas Keinginan untuk Memperoleh Perasaan,Contoh nya:
1. Membeli motor baru
2. Membeli laptop baru
3. Membeli handphone baru
Pada saat kita mempunyai keinginan untuk membeli motor baru sedangkan kita masih mempunyai motor yang lama biasanya di dasarkan karena motor baru yang ingin kita miliki itu mempunyai kelebihan dibandingkan dengan motor yang lama.
Demikian juga ketika kita membeli laptop yang baru, tentunya kita ingin memiliki laptop yang lebih canggih dibandingkan dengan laptop yang lama.
Dan ketika kita berkeinginan membeli handphone baru, tentunya kita didasarkan pada alasan handphone tersebut lebih bagus dan lebih canggih di bandingkan dengan handphone yang lama.
3. Jenis Pembelian yang Pada Prinsipnya karena Tekanan Lingkungan,contoh nya:
1. Pembelian AC
2. Pembelian Jetzet
3. Pembelian lampu Emergency
Pembelian ac Didasarkan pada kebutuhan karena lingkungan yang panas. Keinginan untuk mendapatkan udara yang bersih dan sehat dan menciptakan ruangan yang nyaman.
Pembelian jetzet Didasarkan pada kebutuhan agar di saat mati lampu listrik masih bisa menyala.
Dan pembelian lampu emergency didasarkan pada kebutuhan ingin mendapatkan penerangan yang memadai ketika listrik padam.
Dalam kehidupannya manusia selalu membutuhkan sesuatu untuk memenuhi keperluan hidupnya seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut mereka harus membeli dengan alasan yang rasional dan hati-hati. Rasional adalah kita harus mengukur kemampuan dan Hati-hati maksudnya adalah ketika kita membeli dan harus memperhatikan baik buruknya, menguntungkan atau tidak untuk membelinya.
Ada tiga jenis pembelian yang dapat kita bagi menjadi :
1. Jenis pembelian yang dilakukan dengan hati-hati dan rasional
2. Jenis pembelian yang di dasarkan atas keinginan untuk memperoleh perasaan
3. Jenis pembelian yang pada prinsipnya karena tekanan lingkungan
1. Jenis Pembelian yang Dilakukan dengan Hati-hati dan Rasional,Contoh nya:
1. Pembelian Mobil
2. Pembelian Rumah
3. Pembelian Tanah
Ketiga jenis pembelian diatas harus dilakukan dengan hati-hati dan rasional, misalnya untuk pembelian mobil, rumah dan tanah apakah mempunyai surat-surat yang jelas dan lengkap. Dan apakah untuk tanah dan rumah tempatnya strategis atau tidak. Dan untuk mobil sudah pindah tangan kepada berapa orang. Hal-hal tersebut perlu diperhatikan agar kita tidak menyesal ketika membelinya dan apabila kita hendak menjualnya di kemudian hari mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi.
2. Jenis Pembelian yang Didasarkan atas Keinginan untuk Memperoleh Perasaan,Contoh nya:
1. Membeli motor baru
2. Membeli laptop baru
3. Membeli handphone baru
Pada saat kita mempunyai keinginan untuk membeli motor baru sedangkan kita masih mempunyai motor yang lama biasanya di dasarkan karena motor baru yang ingin kita miliki itu mempunyai kelebihan dibandingkan dengan motor yang lama.
Demikian juga ketika kita membeli laptop yang baru, tentunya kita ingin memiliki laptop yang lebih canggih dibandingkan dengan laptop yang lama.
Dan ketika kita berkeinginan membeli handphone baru, tentunya kita didasarkan pada alasan handphone tersebut lebih bagus dan lebih canggih di bandingkan dengan handphone yang lama.
3. Jenis Pembelian yang Pada Prinsipnya karena Tekanan Lingkungan,contoh nya:
1. Pembelian AC
2. Pembelian Jetzet
3. Pembelian lampu Emergency
Pembelian ac Didasarkan pada kebutuhan karena lingkungan yang panas. Keinginan untuk mendapatkan udara yang bersih dan sehat dan menciptakan ruangan yang nyaman.
Pembelian jetzet Didasarkan pada kebutuhan agar di saat mati lampu listrik masih bisa menyala.
Dan pembelian lampu emergency didasarkan pada kebutuhan ingin mendapatkan penerangan yang memadai ketika listrik padam.
Selasa, 13 April 2010
Selasa, 06 April 2010
Pada hari senin kemarin tanggal 29 maret aku dan teman-teman ku ikut workshop L/C latern of credit. di seminar itu di jelaskan bagaimana cara bertransaksi baik secara langsung ataupun tidak langsung. dan kitapun dia ajarkan secara lansung bagaimana cara-cara bertransaksi dengan baik.
mulai dari bagaiamana cara bertransaksi, melalui apa barang yang akan dikirim dan,dan dengan apa barang itu di kirim semuanya di jelaskan secara jelas. awalnya memang tidak mengerti tetapi setelah di pelajari mengerti juga. kita mulai workshop mulai dari jam 09.00 sampai jam 04.00. dan banyak pelajaran yang kami tahu karna ikut work shop itu.
mulai dari bagaiamana cara bertransaksi, melalui apa barang yang akan dikirim dan,dan dengan apa barang itu di kirim semuanya di jelaskan secara jelas. awalnya memang tidak mengerti tetapi setelah di pelajari mengerti juga. kita mulai workshop mulai dari jam 09.00 sampai jam 04.00. dan banyak pelajaran yang kami tahu karna ikut work shop itu.
Langganan:
Postingan (Atom)
